
. Kegembiraan iman adalah kegembiraan batin yang tulus yang tidak dapat dirasakan oleh mereka yang tidak hidup dengan berpegang pada agama, karena ini adalah kegembiraan yang berkaitan dengan iman, yang merindukan keridhaan Allah, rahmat-Nya dan surga-Ny
Mereka yang imannya kepada Allah tidak sepenuhnya hampir pasti tidak mengalami
kegembiraan seperti itu. Sama dengan orang-orang jahiliah, yang hanya menemukan
kegembiraan dalam apa yang berhubungan dekat dengan kepentingan pribadinya,
ketika mereka merasakan sesuatu “yang menguntungkan”. Namun, ini hanyalah
kegembiraan sementara. Begitu keuntungan dunia hilang, kegembiraan juga hilang.
Mereka yang tidak memiliki iman sejati di hati akan merasa frustrasi jika
untuk memperoleh ridha Allah harus melaksanakan tugas yang mereka merasa
sulit melaksanakannya. Mereka menunjukkan keengganan dan ketidakacuhan
dengan melakukan tugas itu dengan setengah hati. Mereka sering menganggap
bahwa kerja sukarela atau pengabdian sebagai kegiatan yang membuang-buang
waktu, tanpa menghargai bahwa memperoleh ridha Allah adalah balasan terbaik
dan paling berharga. Maka mereka merasa seolah-olah telah memikul tanggung jawab
besar, atau melakukan pengorbanan besar. Pada titik ini muncullah sifat
khusus berupa semangat orang beriman. Apakah sukar atau sederhana, tugas apa
pun tidak pernah membuat frustrasi orang beriman, karena dia dengan sepenuh
hati dan senang hati beribadah kepada Allah. Semangat ini termanifestasi
dalam sikap kegembiraan dan kebahagiaan.
Bahwa orang beriman mengharapkan balasan hanya dari Allah juga dinyatakan
oleh Rasulullah saw. Ditanya balasan apa bagi orang yang mendambakan
popularitas dan kompensasi atas perjuangannya di jalan Allah, Nabi saw.
bersabda, “Tidak ada balasan bagi dia.” Kemudian beliau bersabda, “Allah
menerima amal yang dilakukan dengan ikhlas dan untuk mencari ridha-Nya.” (H.r.
Abu Dawud dan an-Nasa’i).
