Jumaat, 9 Oktober 2015

Mencari Ridha Ilahi dengan Senang Hati




Sifat lain orang beriman ialah kegembiraan dan kebahagiaan yang mereka rasakan ketika terlibat dalam suatu perbuatan yang akan mendatangkan ridha Allah. Ini adalah “ke­gem­biraan iman”
. Kegembiraan iman adalah kegembiraan batin yang tulus yang tidak dapat dirasakan oleh mereka yang tidak hidup dengan berpegang pada agama, karena ini adalah kegembiraan yang berkaitan dengan iman, yang merindukan keridhaan Allah, rahmat-Nya dan surga-Ny

Mereka yang imannya kepada Allah tidak sepenuhnya hampir pasti tidak meng­alami kegembiraan seperti itu. Sama dengan orang-orang jahiliah, yang hanya menemukan ke­gem­biraan dalam apa yang berhubungan dekat dengan kepentingan pribadinya, ketika mereka merasakan sesuatu “yang mengun­tung­kan”. Namun, ini hanyalah kegembiraan sementara. Begitu keuntungan dunia hilang, kegembiraan juga hilang.
Mereka yang tidak memiliki iman sejati di hati akan merasa frustrasi jika untuk memper­oleh ridha Allah harus melak­sanakan tugas yang mereka merasa sulit me­lak­sanakannya. Mereka menunjukkan keeng­ganan dan ke­tidak­acuhan dengan melakukan tugas itu dengan setengah hati. Mereka sering meng­anggap bahwa kerja suka­rela atau peng­abdian sebagai kegiatan yang membu­ang-buang waktu, tanpa menghargai bahwa memperoleh ridha Allah adalah balas­an terbaik dan paling berharga. Maka mereka merasa seolah-olah telah memi­kul tanggung jawab besar, atau melaku­kan pengorbanan besar. Pada titik ini muncul­lah sifat khusus berupa semangat orang beriman. Apakah sukar atau sederhana, tugas apa pun tidak pernah mem­buat frustrasi orang ber­iman, karena dia dengan sepenuh hati dan senang hati ber­ibadah kepada Allah. Sema­ngat ini termani­festasi dalam sikap kegem­biraan dan kebaha­giaan.
Bahwa orang beriman mengharapkan balas­an hanya dari Allah juga dinyatakan oleh Rasulullah saw. Ditanya balasan apa bagi orang yang mendambakan popularitas dan kompensasi atas perjuangannya di jalan Allah, Nabi saw. bersabda, “Tidak ada balasan bagi dia.” Kemudian beliau bersabda, “Allah menerima amal yang dilakukan dengan ikhlas dan untuk mencari ridha-Nya.” (H.r. Abu Dawud dan an-Nasa’i).

Tiada ulasan:

Catat Ulasan